Ziennewz - Kesehatan tak bisa dianggap remeh, apalagi jika anda sedang berencana hamil. Proses kehamilan tak hanya membutuhkan seks semata, tapi lebih dari itu. Bahkan tingkat stres pun bisa menjadi masalah serius dalam memperoleh kehamilan.
Untuk dapat mempermudah proses kehamilan, ikuti 7 tips di bawah ini agar cepat hamil dalam hitungan 2 bulan, seperti yang ditulis To Parents Worlds, Jum'at (20/10/2017):
1. Konsumsi makanan sehat
Salah satu cara untuk menjaga hormon tubuh dalam kondisi yang baik, konsumsilah makanan sehat. Cukupi kebutuhan protein, zat besi, seng, vit C dan vit D.
Nutrisi yang kurang akan membuat siklus mentruasi menjadi teratur. Selain itu, wanita dengan nutrisi yang minim lebih rentan pada risiko keguguran.
2. Perhatikan berat badan
Kelebihan lemak dapat menyebabkan produksi lemak di dalam tubuh meningkat, sehingga ini akan mengganggu ovulasi. Siklus menstruasi mungkin teratur, namun tak menjamin jika ovulasi anda dalam kondisi yang baik.
Di sisi lain, Anda juga harus memperhatikan jumlah lemak. Lemak yang sedikit akan membuat tubuh sulit menghasilkan hormon untuk ovulasi.
3. Perhatikan siklus menstruasi
Siklus menstruasi yang normal berlangsung sekitar 21 sampai 35 hari (mulai menghitung pada hari pertama menstruasi Anda). Jika siklus Anda terasa lebih lama - katakanlah, 42 hari - Anda dapat mengasumsikan, ovulasi terlalu sedikit, dan mungkin ingin menemui ob-gyn atau bidan
Hari subur seorang wanita biasanya merupakan hari ovulasi dan empat hari lima hari sebelumnya
4. Jangan lupakan seks
Setelah anda tahu kapan subur, tak ada salahnya Anda dan pasangan rutin untuk melakukan seks. Beberapa penelitian menunjukkan, wanita yang melakukan hubungan seksual secara teratur (setidaknya sekali seminggu) cenderung memiliki siklus menstruasi yang dapat diprediksi dan ovulasi normal dibandingkan wanita yang memiliki hubungan seks sporadis.
Menurut American Society for Reproductive Medicine, berhubungan seks setiap satu sampai dua hari di hari-hari subur Anda dikaitkan dengan kesempatan terbaik untuk hamil.
5. Hati-hati dengan pelumas buatan
Beberapa jenis pelumas seksual terkadang dapat membuat sperma sulit untuk mencapai ovarium. Pilihlah bahan alami speerti minyak zaitun atau air liur.
6. Pil KB
Pil KB tak hanya menekan kehamilan, tapi juga bisa meningkatkan kesuburan. Dokter kandungan menduga, kontrasepsi oral, yang menghentikan ovulasi, menenangkan sistem reproduksi sekaligus melindungi indung telur dari penuaan
Bagi beberapa wanita, pil ini sangat penting dalam menjaga kesuburan karena menjaga dua kondisi umum, endometriosis dan fibroid uterus, terkendali dengan memperlambat pertumbuhan jaringan rahim
7. Carilah ketenangan
Stres dapat menghambat kesuburan. Sebuah penelitian di Amerika yang diikuti oleh 401 pasangan yang mencoba untuk hamil menemukan, wanita dengan kadar alpha-amilase (biomarker stres) tertinggi memiliki kemungkinan kehamilan sebesar 29 persen lebih rendah daripada wanita dengan tingkat biomarker stres terendah
Cobalah untuk belajar mengelola stres melalui teknik relaksasi (seperti meditasi kesadaran atau yoga) atau dukungan dari seorang konselor atau kelompok (support group). Hal ini bisa membuat hormon Anda kembali ke jalur semula
itulah 7 Tips agar Cepaqt hamil, Apabila kalian Suka Arikel ini Like And Share Artikel Ini ,
Mau Tahu Lebih Banyak Tips & Trik Silakan Klik Disini www.ziennewz.ml
ini dia Cerita Dewasa cerita sex cerita hot tentang pengalamanku mencicipi Vagina Fanny yang basah dan bikin ketagihan - Fanny Damayanti, adalah seorang gadis dengan wajah cantik, alis matanya melengkung, dan mata indah serta jernih, dilindungi oleh bulu mata lentik, hidung mancung serasi melengkapi kecantikannya, ditambah dengan bibir mungil merah alami yang serasi pula dengan wajahnya.
Rambutnya yang hitam dan dipotong pendek menjadikannya lebih menarik, kulitnya putih mulus dan terawat, badannya mulai tumbuh begitu indah dan seksi. Dia tumbuh di kalangan keluarga yang cukup berada dan menyayanginya. Usianya baru 15 tahun, kadang sifatnya masih kekanakan. Badannya tidak terlalu tinggi berkisar 155 cm, badannya ideal dengan tinggi badannya, tidak terlalu gemuk atau terlalu kurus.
-701536.jpg)
Seminggu yang lalu Fanny mulai rutin mengikuti les privat Fisika di rumahku, Renne Lobo, aku seorang duda. Aku mempunyai sebuah rumah mungil dengan dua buah kamar, diantaranya ada sebuah kamar mandi yang bersih dan harum. Kamar depan diperuntukkan ruang kerja dan perpustakaan, buku-buku tersusun rapi di dalam rak dengan warna-warna kayu, sama seperti meja kerja yang di atasnya terletak seperangkat komputer.
Sebuah lukisan yang indah tergantung di dinding, lukisan itu semakin tampak indah di latar belakangi oleh warna dinding yang serasi. Ruang tidurnya dihiasi ornamen yang serasi pula, dengan tempat tidur besar dan pencahayaan lampu yang membuat suasana semakin romantis. Ruang tamu ditata sangat artistik sehingga terasa nyaman.
Rumahku memang terkesan romantis dengan terdengar pelan alunan lagu-lagu cinta, Fanny sedang mengerjakan tugas yang baru kuperintahkan. Dia terlalu asyik mengerjakan tugas itu, tanpa sengaja penghapusnya jatuh tersenggol. Fanny berusaha menggapai ke bawah bermaksud untuk mengambilnya, tapi ternyata dia memegang tanganku yang telah lebih dulu mengambilnya. Fanny kaget melihat ke arahku yang sedang tersenyum padanya. Fanny berusaha tersenyum, saat tangan kirinya kupegang dan telapak tangannya kubalikkan dengan lembut, kemudian kutaruh penghapus itu ke dalam telapak tangannya.
Aku sebagai orang yang telah cukup berpengalaman dapat merasakan getaran-getaran perasaan yang tersalur melalui jari-jari gadis itu, sambil tersenyum aku berkata, "Fan, kamu tampak lebih cantik kalau tersenyum seperti itu". Kata-kataku membuat gadis itu merasa tersanjung, dengan tidak sadar Fanny mencubit pahaku sambil tersenyum senang.
"Udah punya pacar Fan?", godaku sambil menatap Fanny.
"Belum, Kak!", jawabnya malu-malu, wajahnya yang cantik itu bersemu merah. "Kenapa, kan temen seusiamu sudah mulai punya pacar", lanjutku.
"Habis mereka maunya cuma hura-hura kayak anak kecil, caper", komentarnya sambil melanjutkan menulis jawaban tugasnya.
"Ohh!", aku bergumam dan beranjak dari tempat duduknya, mengambil minuman kaleng dari dalam kulkas. "Minum Coca Cola apa Fanta, Fan?", lanjutku.
"Apa ya! Coca Cola aja deh Kak", sahutnya sambil terus bekerja.
Aku mambawa dua kaleng minuman dan mataku terus melihat dan menelusuri tubuh Fanny yang membelakangi, ternyata menarik juga gadis ini, badannya yang semampai dan bagus cukup membuatku bergairah, pikirku sambil tersenyum sendiri.
"Sudah Kak", suara Fanny mengagetkan lamunanku, kuhampiri dan kusodorkan sekaleng Coca-Cola kesukaan gadis itu. Kemudian aku memeriksa hasil pekerjaan itu, ternyata benar semua.
"Ahh, ternyata selain cantik kamu juga pintar Fan ", pujiku dan membuat Fanny tampak tersipu dan hatinya berbunga-bunga.
Aku yang sengaja duduk di sebelah kanannya, melanjutkan menerangkan pemecahan soal-soal lain, Bau wangi parfum yang kupakai sangat lembut dan terasa nikmat tercium hidung, mungkin itu yang membuatnya tanpa sadar bergeser semakin dekat padaku.
Pujian tadi membuatnya tidak dapat berkonsentrasi dan berusaha mencoba mengerti apa yang sedang dijelaskan, tapi gagal. Aku yang melihatnya tersenyum dalam hati dan sengaja duduk menyamping, agak menghadap pada gadis itu sehingga instingku mengatakan hatinya agak tergetar.
"Kamu bisa ngerti yang baru kakak jelaskan Fan", kataku sambil melihat wajah Fanny lewat sudut mata. Fanny tersentak dari lamunannya dan menggeleng, "Belum, ulang dong Kak!", sahutnya. Kemudian aku mengambil kertas baru dan diletakkan di depannya, tangan kananku mulai menuliskan rumus-rumus sambil menerangkan, tangan lainnya diletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk dan sesekali aku sengaja mengusap punggungnya dengan lembut.
Fanny semakin tidak bisa berkonsentrasi, saat merasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya semakin berdegup dengan keras, usapan itu kuusahakan senyaman dan selembut mungkin dan membuatnya semakin terlena oleh perasaan yang tak terlukiskan. Dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi lagi. Tanpa terasa matanya terpejam menikmati belaian tangan dan bau parfum yang lembut.
Dia berusaha melirikku, tapi aku cuek saja, sebagai perempuan yang selalu ingin diperhatikan, Fanny mulai mencoba menarik perhatianku. Dia memberanikan diri meletakkan tangan di atas pahaku. Jantungnya semakin berdegup, ada getaran yang menjalar lembut lewat tanganku.
Selesai menerangkan aku menatapnya dengan lembut, dia tak kuasa menahan tatapan mata yang tajam itu, perasaannya menjadi tak karuan, tubuhnya serasa menggigil saat melihat senyumku, tanpa sadar tangan kirinya meremas lembut pahaku, akhirnya Fanny menutup mata karena tidak kuat menahan gejolak didadanya. Aku tahu apa yang dirasakan gadis itu dengan instingku.
"Kamu sakit?", tanyaku berbasa basi. Fanny menggelengkan kepala, tapi tanganku tetap meraba dahinya dengan lembut, Fanny diam saja karena tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku genggam lembut jari tangan kirinya.
Udara hangat menerpa telinganya dari hidungku, "Kamu benar-benar gadis yang cantik, dan telah tumbuh dewasa Fan", gumamku lirih. pujian itu membuat dirinya makin bangga, tubuhnya bergetar, dan nafasnya sesak menahan gejolak di dadanya. Dan Fanny ternyata tak kuasa untuk menahan keinginannya meletakkan kepalanya di dadaku, "Ahh..", Fanny mendesah kecil tanpa disadari.
Aku sadar gadis ini mulai menyukaiku, dan berhasil membangkitkan perasaan romantisnya. Tanganku bergerak mengusap lembut telinga gadis itu, kemudian turun ke leher, dan kembali lagi naik ke telinga beberapa kali. Fanny merasa angan-angannya melambung, entah kenapa dia pasrah saja saat aku mengangkat dagunya, mungkin terselip hatinya perasaan ingin terus menikmati belaian-belaian lembut itu.
"Kamu memang sangat cantik dan aku yakin jalan pikiranmu sangat dewasa, Aku kagum!", kataku merayu. Udara hangat terasa menerpa wajahya yang cantik, disusul bibir hangatku menyentuh keningnya, lalu turun pelan ke telinga, hangat dan lembut, perasaan nikmat seperti ini pasti belum pernah dialaminya. Anehnya dia menjadi ketagihan, dan merasa tidak rela untuk cepat-cepat mengakhiri semua kejadian itu.
"Ja.., jangan Kak", pintanya untuk menolak. Tapi dia tidak berusaha untuk mengelak saat bibir hangatku dengan lembut penuh perasaan menyusuri pipinya yang lembut, putih dan halus, saat merasakan hangatnya bibirku mengulum bibirnya yang mungil merah merekah itu bergeter, aku yakin baru pertama kali ini dia merasakan nikmatnya dikulum dan dicium bibir laki-laki.
Jantung di dadanya berdegup makin keras, perasaan nikmat yang menyelimuti hatinya semakin membuatnya melambung. "Uuhh..!", hatinya tergelitik untuk mulai membalas ciuman dan kuluman-kuluman hangatku.
"Aaahh..", dia mendesah merasakan remasanku lembut di payudara kiri yang menonjol di dadanya, seakan tak kuasa melarang. Dia diam saja, remasan lembut menambah kenikmatan tersendiri baginya. "Dadamu sangat indah Fan", sebuah pujian yang membuatnya semakin mabuk, bahkan tangannya kini memegang tanganku, tidak untuk melarangnya, tapi ikut menekan dan mengikuti irama remasan di tanganku. Dia benar-benar semakin menikmatinya. Serdadukupun mulai menegang.
"Aaahh", Fanny mendesah kembali dan pahanya bergerak-gerak dan tubuhnya bergetar menandakan vaginanya mulai basah oleh lendir yang keluar akibat rangsangan yang dialaminya, hal itu membuat vaginanya terasa geli, merupakan kenikmatan tersendiri. Dia semakin terlena diantara degup-degup jantung dan keinginannya untuk mencapai puncak kenikmatan. Diimbanginya kuluman bibir dan remasan lembut di atas buah dadanya.
Saat tanganku mulai membuka kancing baju seragamnya, tangannya mencoba menahannya. "Jangan nanti dilihat orang", pintanya, tapi tidak kupedulikan. Kulanjutkan membuka satu persatu, dadanya yang putih mulus mulai terlihat, buah dadanya tertutup bra warna coklat.
Seakan dia sudah tidak peduli lagi dengan keadaannya, hanya kenikmatan yang ingin dicapainya, dia pasrah saat kugendong dan merebahkannya di atas tempat tidur yang bersprei putih. Di tempat tidur ini aku merasa lebih nyaman, semakin bisa menikmati cumbuan, dibiarkannya dada yang putih mulus itu makin terbuka.
"Auuuhh", bibirku mulai bergeser pelan mengusap dan mencium hangat di lehernya yang putih mulus. "Aaaahh", dia makin mendesah dan merasakan kegelian lain yang lebih nikmat.
Aku semakin senang dengan bau wangi di tubuhnya. "Tubuhmu wangi sekali", kembali rayuan itu membuatnya makin besar kepala. Tanganku itu dibiarkan menelusuri dadanya yang terbuka. Fanny sendiri tidak kuasa menolak, seakan ada perasaan bangga tubuhnya dilihat dan kunikmati. Tanganku kini menelusuri perutnya dengan lembut, membuatnya menggelinjang kegelian. Bibir hangatku beralih menelusuri dadanya.
"Uhh.!", tanganku menarik bajunya ke atas hingga keluar dari rok abu-abunya, kemudian jari-jarinya melepas kancing yang tersisa dan menari lembut di atas perutnya. "Auuuhh" membuatnya menggelinjang nikmat, perasaannya melambung mengikuti irama jari-jariku, sementara serdaduku terasa makin tegang.
Dia mulai menarik kepalaku ke atas dan mulai mengimbagi ciuman dan kuluman, seperti caraku mengulum dan mencium bibirnya. "Ooohh", terdengar desah Fanny yang semakin terlena dengan ciuman hangat dan tarian jari-jariku diatas perutnya, kini dada dan perutnya terlihat putih, mulus dan halus hanya tertutup bra coklat muda yang lembut.
Aku semakin tegang hingga harus mengatur gejolak birahi dengan mengatur pernafasanku, aku terus mempermainkan tubuh dan perasaan gadis itu, kuperlakukan Fanny dengan halus, lembut, dan tidak terburu-buru, hal ini membuat Fanny makin penasaran dan makin bernafsu, mungkin itu yang membuat gadis itu pasrah saat tanganku menyusup ke belakang, dan membuka kancing branya.
Tanganku mulai menyusup di bagian dada yang menonjol di bawah bra gadis itu, terasa kenyal dan padat di tanganku.
"Aaahh.. Uuuhh. ooohh", Fanny menggelinjang gelinjang geli dan nikmat, jemari itu menari dan mengusap lembut di atas buah dadanya yang mulai berkembang lembut dan putih, seraya terus berpagutan. Dia merasa semakin nikmat, geli dan melambungkan angan-angannya.
Ujung jariku mulai mempermainkan puting susunya yang masih kecil dan kemerahan itu dengan sangat hati-hati. "Kak.. Aaahh.. uuhh.. ahh". Fanny mulai menunjukkan tanda-tanda terangsang hingga berusaha ikut membuka kancing bajuku, agak susah, tapi dia berhasil. Tangannya menyusup kebalik baju dan mengelus dadaku, sementara birahinya makin memuncak. "Ngghh.. ", vaginanya yang basah semakin membuatnya nikmat, pikirku. Fanny menurut ketika badannya diangkat sedikit, dibiarkannya baju dan branya kutanggalkan, lalu dilempar ke samping tempat tidur.
Sekarang tubuh bagian atasnya tidak tertutup apapun, dia tampak tertegun dan risih sejenak, saat mataku menelusuri lekuk tubuhnya. Di sisi lain dia merasa kagum dengan dua gunung indah yang masih perawan yang menyembul di atas dadanya, belum pernah terjamah oleh siapapun selain dirinya sendiri. Sedangkan aku tertegun sejenak melihat pemandangan di depan mataku, birahiku bergejolak kembali, aku berusaha mengatur pernafasan, karena tidak ingin melepaskan nafsu binatangku hingga menyakiti perasaan gadis cantik yang tergolek pasrah di depanku ini.
Aku mulai mengulum buah dada gadis itu perlahan, terasa membusung lembut, putih dan kenyal. Diperlakukan seperti itu Fanny menggelinjang, "Ahh.. uuuhh.. aaahh". Pengalaman pertamanya ini membuat angan-angannya terbang tinggi. Buah dadanya yang putih, lembut, dan kenyal itu terasa nikmat kuhisap lembut, tarian lidah diputing susunya yang kecil kemerahan itu mulai berdiri dan mengeras.
"Aaahh..!", dia merintih geli dan makin mendekap kepalaku, vaginanya mungkin kini terasa membanjir. Birahinya semakin memuncak. "Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. Uhh", rintihnya makin panjang. Aku terus mempermainkan buah dada gadis lugu itu dengan bibir dan lidahku, sambil membuka kancing bajuku sendiri satu persatu, kemudian baju itu kutanggalkan, terlihat dadaku yang bidang dan atletis.
Kembali ujung bibirnya kukulum, terasa geli dan nikmat. Saat Fanny akan membalas memagutnya, telapak tangannya kupegang dan kubimbing naik ke atas kepalanya. Aku mulai mencium dan menghisap lembut, dan menggigit kecil tangan kanannya, mulai dari pangkal lengan, siku sampai ujung jarinya diisap-isap. Membuatnya bertambah geli dan nikmat. "Geli.. ahh.. ohh!"
Perasaannya melambung kembali, ketika buah dadanya dikulum, dijilati dan dihisap lembut. "Uuuhh.!", dia makin mendekapkan kepalaku, itu akan membuat vaginanya geli, membuat birahinya semakin memuncak.
"Kak.. ahh, terus kak.. ahh.. ssst.. uhh", dia merintih rintih dan menggelinjang, sesekali kakinya menekuk ke atas, hingga roknya tersingkap.
Sambil terus mempermainkan buah dada gadis itu. aku melirik ke paha mulus, indah terlihat di antara rok yang tersingkap. Darahku berdesir, kupindahkan tanganku dan terus menari naik turun antara lutut dan pangkal paha putih mulus, masih tertutup celana yang membasah, Aku merasakan birahi Fanny semakin memuncak. Aku terus mempermainkan buah dada gadis itu.
"Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. uhh", terdengar gadis itu merintih panjang. Aku dengan pelan dan pasti mulai membuka kancing, lalu menurunkan retsleting rok abu-abu itu, seakan Fanny tidak peduli dengan tindakanku itu. Rangsangan yang membuat birahinya memuncak membuatnya bertekuk lutut, menyerah.
"Jangan Kak.. aahh", tapi aku tidak peduli, bahkan kemudian Fanny malah membantu menurunkan roknya sendiri dengan mengangkat pantatnya. Aku tertegun sejenak melihat tubuh putih mulus dan indah itu. Kemudian badan gadis itu kubalikkan sehingga posisinya tengkurap, bibirku merayap ke leher belakang dan punggung.
"Uuuhh", ketika membalikkan badan, Fanny melihat sesuatu yang menonjol di balik celana dalamku. Dia kaget, malu, tapi ingin tahu. "Aaahh". Fanny mulai merapatkan kakinya, ada perasaan risih sesaat, kemudian hilang kalah oleh nafsu birahi yang telah menyelimuti perasaannya. "Ahh..", dia diam saja saat aku kembali mencium bibirnya, membimbing tangannya ke bawah di antara pangkal paha, dia kini memegang dan merasakan serdadu yang keras bulat dan panjang di balik celanaku, sejenak Fanny sejenak mengelus-elus benda yang membuat hatinya penasaran, tapi kemudian dia kaget dan menarik tangannya.
"Aaahh", Fanny tak kuberikan kesempatan untuk berfikir lain, ketika mulutku kembali memainkan puting susu mungil yang berdiri tegak dengan indahnya di atas tonjolan dada. Vaginanya terasa makin membanjir, hal ini membuat birahinya makin memuncak. "Ahh.. ahh.. teruuus.. ahh.. uhh", sambil terus memainkan buah dadanya, tanganku menari naik turun antara lutut dan pangkal pahanya yang putih mulus yang masih tertutup celana. Tanpa disadarinya, karena nikmat, tanganku mulai menyusup di bawah celana dalamnya dan mengusap-usap lembut bawah pusar yang mulai ditumbuhi rambut, pangkal paha, dan pantatnya yang kenyal terbentuk dengan indahnya bergantian.
"Teruuuss.. aaahh.. uuuhh", karena geli dan nikmat Fanny mulai membuka kakinya, jari-jari Rene yang nakal mulai menyusup dan mengelus vaginanya dari bagian luar celana, birahinya memuncak sampai kepala.
"Ahh.. terus.. ahh.. ohh", gadis itu kaget sejenak, kemudian kembali merintih rintih. Melihat Fanny menggelinjang kenikmatan, tanganku mencoba mulai menyusup di balik celana melalui pangkal paha dan mengelus-elus dengan lembut vaginanya yang basah lembut dan hangat. Fanny makin menggelinjang dan birahinya makin membara. "Ahh.. teruusss ooh", Fanny merintih rintih kenikmatan.
Aku tahu gadis itu hampir mencapai puncak birahi, dengan mudah tanganku mulai beraksi menurunkan celana dalam gadis itu perlahan. Benar saja, Fanny membiarkannya, sudah tidak peduli lagi bahkan mengangkat pantat dan kakinya, sehingga celana itu terlepas tanpa halangan.
Tubuh gadis itu kini tergolek bugil di depan mataku, tampak semakin indah dan merangsang. Pangkal pahanya yang sangat bagus itu dihiasi bulu-bulu lembut yang mulai tumbuh halus. Vaginanya tampak kemerahan dan basah dengan puting vagina mungil di tengahnya. Aku terus memainkan puting susu yang sekarang berdiri tegak sambil terus mengelus bibir vagina makin membanjir. "Kak.. ahh, terus Kak.. ahh.. uhh".
Vagina yang basah terasa geli dan gatal, nikmat sampai ujung kepala. "Kak.. aahh", Fanny tak tahan lagi dan tangannya menyusup di bawah celana dalamku dan memegang serdadu yang keras bulat dan panjang itu. Fanny tidak merasa malu lagi, bahkan mulai mengimbangi gerakanku.
Aku tersenyum penuh kemenangan melihat tindakan gadis itu, secara tidak langsung gadis itu meminta untuk bertindak lebih jauh lagi. Aku melepas celana dalamku, melihat serdaduku yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, mata gadis itu terbelalak kagum.
Sekarang kami tidak memakai penutup sama sekali. Fanny kagum sampai mulutnya menganga melihat serdadu yang besar dan keras berdiri tegak dengan gagahnya, baru pertama kali dia melihat benda itu. Vaginanya pasti sudah sangat geli dan gatal, dia tidak peduli lagi kalau masih perawan, kemudian telentang dan pelan-pelan membuka leber-lebar pahanya.
Sejenak aku tertegun melihat vagina yang bersih kemerahan dan dihisi bulu-bulu yang baru tumbuh, lubang vaginanya tampak masih tertutup selaput perawan dengan lubang kecil di tengahnya.
Fanny hanya tertegun saat aku berada di atasnya dengan serdadu yang tegak berdiri. Sambil bertumpu pada lutut dan siku, bibirku melumat, mencium, dan kadang menggigit kecil menjelajahi seluruh tubuhnya. Kuluman di puting susu yang disertai dengan gesekan-gesekan ujung burung ke bibir vaginanya kulakukan dengan hati-hati, makin membasah dan nikmat tersendiri. "Kak.. ahh, terus ssts.. ahh.. uhh", birahinya memuncak bisa-bisa sampai kepalanya terasa kesemutan, dipegangnya serdaduku. "Ahh" terasa hangat dan kencang.
"Kak.. ahh!", dia tak dapat lagi menahan gejolak biraninya, membimbing serdaduku ke lubang vaginanya, dia mulai menginginkan serdaduku menyerang ke lubang dan merojok vaginanya yang terasa sangat geli dan gatal. "Uuuhh.. aaahh", tapi aku malah memainkan topi baja serdaduku sampai menyenggol-nyenggol selaput daranya. "Ooohh Kak masukkan ahh", gadis itu sampai merintih rintih dan meminta-minta dengan penuh kenikmatan.
Dengan hati-hati dan pelan-pelan aku terus mempermainkan gadis itu dengan serdaduku yang keras, hangat tapi lembut itu menyusuri bibir vagina. "Ooohh Kak masukkan aaahh", di sela rintihan nikmat gadis itu, setelah kulihat puting susunya mengeras dan gerakannya mulai agak lemas, serdadu mulai menyerang masuk dan menembus selaput daranya, Sreetts "Aduuhh.. aahh", tangannya mencengkeram bahuku. Dengan begitu, Fanny hanya merasa lubang vaginanya seperti digigit nyamuk, tidak begitu sakit, saat selaput dara itu robek, ditembus serdaduku yang besar dan keras. Burungku yang terpercik darah perawan bercampur lendir vaginanya terus masuk perlahan sampai setengahnya, ditarik lagi pelan-pelan dan hati-hati. "Ahh", dia merintih kenikmatan.
Aku tidak mau terburu-buru, aku tidak ingin lubang vagina yang masih agak seret itu menjadi sakit karena belum terbiasa dan belum elastis. Burung itu masuk lagi setengahnya dan.. Sreeets "Ohh..", kali ini tidak ada rasa sakit, Fanny hanya merasakan geli saat dirasakan burung itu keluar masuk merojok vaginanya. Fanny menggelinjang dan mengimbangi gerakan dan mendekap pinggangnya.
"Kak.. ahh, terus Kak.. ohh.. uhh", serdaduku terus menghunjam semakin dalam. Ditarik lagi, "Aaahh", masuk lagi. "Ahh, terus… ahh.. uhh", lubang vagina itu makin lama makin mengembang, hingga burung itu bisa masuk sampai mencapai pangkalnya beberapa kali. Fanny merasakan nikmat birahinya memuncak di kepala, perasaannya melayang di awan-awan, badannya mulai bergeter getar dan mengejang, dan tak tertahankan lagi. "Aaahh, ooohh, aaahh" vaginanya berdenyut-denyut melepas nikmat. Dia telah mencapai puncak orgasme, kemudian terlihat lega yang menyelimuti dirinya.
Melihat Fanny sudah mencapai orgasme, aku kini melepas seluruh rasa birahi yang tertahan sejak tadi dan makin cepat merojok keluar masuk lubang vagina Fanny, "Kak.. ahh.. ssst.. ahh.. uhh", Fanny merintih dan merasakan nikmat birahinya memuncak kembali. Badannya kembali bergetar dan mengejang, begitu juga denganku.
"Ahh.. oohh.. ohh.. aaaahh!", kami merintih rintih panjang menuju puncak kenikmatan. Dan mereka mencapai orgasme hampir bersamaan, terasa serdadu menyemburkan air mani hangat ke dalam vagina gadis itu yang masih berdenyut nikmat.
Aku mengeluarkan serdadu yang terpercik darah perawan itu pelan-pelan, berbaring di sebelah Fanny dan memeluknya supaya Fanny merasa aman, dia tampak merasa sangat puas dengan pelajaran tahap awal yang kuberikan. "Bagaimana kalau Fanny hamil Kak", katanya sambil sudut matanya mengeluarkan air mata.
Sesaat kemudian aku dengan sabar menjelaskan bahwa Fanny tidak mungkin hamil, karena tidak dalam masa siklus subur, berkat pengalamanku menganalisa kekentalan lendir yang keluar dari vagina dan siklus menstruasinya.
Fanny semakin merasa lega, aman, merasa disayang. Kejadian tadi bisa berlangsung karena merupakan keinginan dan kerelaannya juga. Diapun bisa tersenyum puas dan menitikkan air mata bahagia, kemudian tertidur pulas dipelukanku yang telah menjadikannya seorang perempuan.
Bangun tidur, Fanny membersihkan badan di kamar mandi. Selesai mandi dia kembali ke kamar, dilepasnya handuk yang melilit tubuhnya, begitu indah dan menggairahkan sampai-sampai aku tak berkedip memandangnya. Diambilnya pakaian yang berserakan dan dikenakannya kembali satu persatu. Kemudian dia pamit pulang dan mencium pipiku yang masih berbaring di tempat tidur.

Malam itu adalah malam minggu, hari pembagian raport. Jadi selama
seminggu kedepan aku dan anak sekolah seindonesia gak bakalan mikirin
soal sekolah. Itulah enaknya jadi anak sekolah, punya waktu libur khusus
yang gak perlu khawatirin apapun, soalnya semua biaya senang-senang
selama liburan ditanggung sama ortu,,
Singkat Cerita, Malam itu aku mendapat undangan datang ke pesta ulang
tahun Bernike. Ya… hari itu bertepatan dengan ulang tahun Bernike yang
ke 17. Sebenarnya aku gak begitu dekat dengan Bernike, ya walaupun
dikelas 1 aku pernah sekelas sama dia, tapi aku jarang banget ngobrol
sama dia. Kenapa aku bisa diundang malem itu, soalnya aku dekat dengan
Andri, teman se-genk Bernike.
Cerita Sex, Andri adalah sahabat baikku, dia sekelas denganku di
kelas 1 dan di kelas dua ini. Walaupun aku dekat dengan Andri, tapi aku
gak dekat dengan teman se-genk Andri. Genk Andri boleh dibilang genknya
anak gaul disekolahku, ada 3 orang cowok dan 3 orang cewek : Bernike,
Stevy, Lani, Heru, Arif dan Andri. Mereka adalah mahluk tercantik dan
terganteng disekolahku. Info tambahan Bernike pacaran sama Heru, Stevy
pacarnya Arif dan Lani pacar Andri.
Mungkin seharusnya aku juga masuk ke genk mereka Tapi aku agak males
ikut pergaulan mereka yang boleh dibilang terlalu borju dan bebas, aku
masih anak baik-baik waktu itu Pesta ultah Bernike sangat meriah sekali,
orang yang diundang memang tidak terlalu banyak, tapi acara yang
disusun begitu menarik. Game-game yang dibuat lucu-lucu dan membuat
semua yang datang happy. Selesai acara sekitar jam 21.30, satu persatu
tamu undangan pulang, tinggallah aku dan genk Andri, oh iya ditambah
Rianti teman SMP Bernike. Selesai acara kami meneruskan mengobrol gak
berarah, cuma becanda-becanda aja.
Sekitar jam setengah sebelas Heru mengajak kerumahnya, dia bilang
rumahnya lagi kosong, ortunya lagi ke luar negeri. Pertamanya aku kira
Heru cuma mengajak para cowok, gak taunya Bernike ikutan, tapi tentu aja
dia bilang ke orangtuanya mo nginep dirumah Lani. Tapi ternyata
semuanya iku kerumah Heru, para cewek bilang mo nginep dirumah lani,
cowoknya cuma bilang mo ke rumah heru, dasar para remaja nakal .
Sampai dirumah heru, kami ngobrol diruang keluarga, duduk diatas
karpet yang empuk sekali. Suasananya udah beda, gairahsex.com Bernike
duduk menyender ke Heru, Andri duduk dibelakang Lani sambil meluk dan
arif lagi ngelus-ngelus rambut Stevy yang tiduran dipahanya. Gini deh
kalo dah diluar pengawasan orang tua . Sedang aku dan Rianti duduk
sendiri, walo sebenernya Riandi duduk disebelahku, tapi agak jauh.
Sebenernya pembicaraan gak jauh beda sama waktu di rumah Bernike, sampai
suatu saat Bernike menggodaku.
“Yan, tuh pacaran sama Rianti aja gih, dia lagi kosong tuh” goda
Bernike ke aku. Aku cuma bisa tersenyum. Aku liat muka rianti merah
karena malu.
“Bener loh Yan, baru sebulan putus sama pacarnya, janda kembang nih” lanjut Bernike yang disambut tawa yang lain.
Aku cuma ikut tertawa. Sebenernya semenjak dikenalkan ke Rianti waktu
di pesta tadi aku udah suka sama Rianti. Gila bro cantik abis. Kulit
putih bersih, rambut hitam sepunggung dan bodynya itu loh, just perfect !
Tapi mana mungkin langsung pacaran iya gak, kenal aja baru beberapa
jam.
“Lagian kenapa gak mao pacaran sih ya ?” kata heru.
“Ntar gak bisa gini loh” lanjut heru sambil mencium pipi Bernike. Yang lain tertawa.
“Apalagi gini” lanjut Bernike yang kemudian mencium bibir Heru.
Gila, mereka frech kiss didepan aku ! Yang lainnya cuma tertawa, kayaknya mereka udah biasa deh kissing didepan genk mereka.
“Wah gila ya kalian” kataku.
“Bikin orang jealous aja” kataku sambil ketawa.
“Iya yan, pacaran enak loh, bisa megang ini” Sekarang Andri yang
menggodaku sambil megang dada Lani. Aku kaget dan sempat menelan
ludahku.
“Megang ini juga bisa” kata arif sambil mengelus selangkangan Stevy
yang memang udah duduk dipangkuannya. Weww… this getting crazy now
“Kok aku mulu yang digodain, si Rianti tuh lagi senyum-senyum malu” balasku, tapi mereka cuma ketawa.
Abis itu suasana langsung hening. Mereka konsen sama pasangan
masing-masing. Bernike yang emang dari tadi udah frech kiss sama heru
duduk dipangkuan heru dan meneruskan ciumannya. Andri juga gak mau kalah
mencium lani yang duduk disebelahnya dan Arif lagi memeluk Stevy dari
belakang dan menciumi lehernya. Tinggal aku dan Rianti yang saling
pandang keheranan.
“Ri, kita ke ruang depan aja yu” Ajakku ke rianti yang masih bengong.
“OK deh” jawabnya sambil mengikuti langkahku ke arah ruang depan.
Sesampainya diruang depan, aku duduk di sofa kecil, sedang Rianti duduk di sofa panjang.
“Gila ya mereka” kataku ke Rianti. “He..eh, aku kaget mereka berani kayak gitu didepan kita” jawab Rianti.
“Aku sih sih penah denger gosip tentang pergaulan bebas mereka, tapi
aku gak percaya kalo gosip itu bener” kataku. “Iya sih, aku juga kaget
banget” jawab Rianti. Kemudian kami terdiam, jujur suara-suara
pergumulan mesra yang terdengar sampe ruang depan sangat menggangu
konsentrasi dan birahiku
“Ughhh….” tiba-tiba terdengar pekikan, sepertinya suara Bernike.
“Ri, liat yuk mereka lagi ngapain, kok heboh amat sih” ajak ku. “Yu..” jawab Rianti excited.
Sesampainya diruang tengah aku kaget luar biasa. Aku sampai tidak
bisa bergerak sambil mulutku ternganga melihat adegan didepan mataku.
Aku menyaksikan Bernike yang sudah full bugil sedang duduk diatas tubuh
Heru yang juga bugil seperti orang sedang mengendarai kuda. Andri yang
juga bugil sedang menindih tubuh bugil Lani, dan Arif walaupun belum
bugil memaju mundurkan pinggangnya dibelakang Stevy yang sedang
menungging… They Having Sex !!! Entah beberapa lama aku terpaku
menyaksikan mereka. Penisku yang memang sudah tegang dari tadi mencapai
ukuran terbesarnya, dan entah beberapa kali aku menelan ludahku.
Tiba-tiba aku mendengar lenguhan kecil dari belakangku. Aku berbalik
dan melihat Rianti dengan muka memelas. Tangan kanannya meremas dadanya
dan tangan kirinya memegang selangkangannya. Aku tambah terkejut.
“Rian… please…” Kata Rianti dengan muka memelas kearahku.
Sebenarnya kata-kata Rianti gak punya arti apa-apa, tapi yang pasti
setelah itu aku mendekatkan bibirku ke bibirnya dan kami mulai frech
kissing sambil berdiri.
Aku memeluk Rianti dengan erat sambil bibirku menyedot-nyedot
bibirnya. Rianti membalas tak kalah hebat. Sepertinya dia sudah
berpengalaman. Sambil ciuman aku gak mau rugi. Aku mengelus (ato lebih
tepat meremas) semua bagian tubuhnya yang bisa aku jangkau, punggungnya,
pingganynya pantatnya dan tentu aja dadanya yang besar menantang itu
(walau agak sulit memang dalam posisi berdiri)
“Yan, dikarpet aja yuk” ajak Rianti.
Aku mengangguk dan menuntun Rianti ke sisi karpet yang masih
tersedia. Aku melihat Bernike yang sekarang diposisi dibawah sedang
merem-melek menikmati pompaan Heru, sedang Stevy lagi asik menghisap
penis Arif yang sedang menjilati vagina Stevy dan Andri sedang memangku
Lani yang seperti kesetanan naik turun karena penis Andri menancap di
memeknya.
Aku merebahkan Rianti di atas karpet, dan kemudian memulai
mencumbunya lagi. Selagi menciumnya, aku merogoh kebalik kaosnya dan
mulai meremas dadanya walau masih dihalangi BH. Tapi aku gak puas, aku
mulai merogoh kebalik BHnya. Tapi kemudian Rianti mengankat dadanya, aku
mengerti, dia memintaku melepaskan kait branya.
Tanpa kesulitan aku melepas kait bra yang ada dibelakang itu. Dengan
bra melonggar, aku mulai meremas-remas dadanya dengan lebih bebas,
kadang aku memutar-mutar pentil dadanya. Rianti keenakkan, kadang ciuman
lepas karena dia terlalu terlena karena aku meremas-remas dadanya.
Aku dorong kaos Rianti keatas. Aku mencoba membuka bajunya. Kemudian
Rianti bangkit dan melepas kaos dan branya yang sudah terlepas itu.
Kemudian dia rebahan lagi. Aku kembali menindihnya, dan menciumnya
kembali. Tapi itu gak lama sebab aku kemudian mencium lehernya dan
kemudian turun mencium dadanya. Pentil hitam Rianti sungguh menggoda,
aku tak puas-puas menyedotnya, dan rianti cuma melenguh-lenguh kecil
sambil menutup matanya.
Ciumanku turun kebawah lagi, aku menciumi perutnya. Rianti membuka
matanya memandangku, seperti tidak rela ciumanku berpindah dari dadanya.
Tapi setelah aku berusaha membuka ikat kancing celana jinsnya, dia
mengerti. Saat aku berhasil membuka kancing dan resletingnya, dia
mengangkat pantatnya sedikit. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini,
sekalian aku buka celana dalamnya sehingga tubuhnya polos sekarang. Hmm…
aku orang terakhir yang masih berpakaian di ruangan itu
Aku membuka pahanya lebar-lebar. Terlihat rimbunan rambut diatas
gundukan memeknya. Warnanya hitam sangat kontras dengan warna kulitnya.
Aku menyibak rambut yang sudah basah tersebut dan membuka bibir luar
memeknya. Terlihat sangat basah, Rianti sudah terangsang hebat. Kemudian
aku mulai mendekatkan kepalaku keselangkangannya, dan mulai menjilati
klenti merah Rianti. Rianti mengejang-ngejang keenakan. Tanggannya
mendorong kepalaku, tapi pahanya menahan kepalaku, he..he..he.. dia gak
tahan karena keenakan, tapi gak mau keenakan itu berhenti.
“Ugh…Ugh…Ugh..” cuma itu yang terdengar dari mulut mungilnya.
Cukup lama aku menjilati klentit dan diding vagina Rianti. Tanganku
terpaksa menahan pantatnya sebab pinggulnya tidak mau berhenti bergerak
kekanan kekiri. Tiba-tiba Rianti menarik badanku keatas untuk
menjajarinya.
“Yan buka dulu baju kamu, gairahsex.com biar kita sama-sama enak” Kata Rianti yang mencoba melepas ikat pinggangku.
Aku membuka kaosku dan membantu Rianti membuka ikat pinggang dan
kancing celanaku. Baru resletingku terbuka, Rianti sudah tidak sabar,
dia merogoh kedalam celana dalamku dan menarik penisku yang sudah tegang
full. Kemudian dia mengelus dan mengocok penisku. Aku melanjutkan
membuka celanaku… he..he..he… ngapain nerusin dikocok pake tangan kalo
ada memek basah yang nganggur Setelah membuka celanaku aku kembali
menindih Rianti dan menciumnya. Dia sudah tidak sabar, dia menggapai
penisku dan mengarahkan ke memeknya. Aku mengangkat badanku sedikit dan
mengarahkan penisku kememeknya. Tidak terlalu sulit untuk mengarahkan,
sebab tak lama penisku sudah digerbang memeknya. Tidak aku duga Rianti
malah menekan pantatku agar penisku masuk kedalam memeknya.
“Aghhh…..” pekik Rianti saat penisku masuk kedalam vaginanya.
“Sial udah gak perawan” kataku dalam hati, tapi wtf lah ! udah bisa
nidurin cewek yang baru dikenal beberapa jam aja udah hebat banget
“Rian, punya elo enak, tegang banget” gumam Rianti genit.
Gila mukanya mengoda banget waktu dia bilang itu. Aku mulai memompa
vaginanya dengan penisku. Walaupun udah gak perawan, tapi memek Rianti
sempit banget. Mungkin dia cuma pernah ML sama pacar lamanya.
“Agh..agh…aghh…” desah Rianti. “Lagi sayang, dorong lagi…” gumam
Rianti keenakan. Enggak lama aku memompa memeknya, Rianti tiba-tiba
memekik
“AKHHH…” sambil memelukku erat. Dia orgasme, memeknya terasa jauh lebih licin karena cairan orgasmenya.
Aku bangkit dan memiringkan tubuhnya. Sekarang aku menusuk memeknya
dari arah samping. Tidak sulit sebab memeknya sedang banjir lendir. Aku
mulai memompanya. Rianti cuma bisa memandangku yang sedang hebat
memompanya sambil melenguh-lenguh kecil. Aku bosan kemudian
menunggingkan tubuh Rianti. Rianti mengerti, dia melebarkan pahanya. Aku
kemudian memulai mengentotnya dengan posisi doggy style. AKu setuju
posisi ini memang enak sekali… Tidak lama kemudian tubuh Rianti kembali
menegang dan dia memekik kembali
“AGHH…..” kemudian tubuhnya ambruk kebawah. Hmm… sial, dia udah 2 kali orgasme sedang aku belom apa-apa…
Aku membalik tubuh Rianti dan menelentangkannya. Sebenarnya aku
kasiahan melihat wajah Rianti yang kelelahan itu, tapi nafsuku udah
keubun-ubun, aku harus orgasme dan melepaskan spermaku !
“Ri, aku masukin lagi ya..” pintaku… Dia cuma mengangguk.
“Kamu gak pa-pa” tanyaku… (he..he..he.. kata-kataku kelihatan banget aku lagi horny berat, sedikit memaksa)
“Gak pa-pa ya, tapi pelan-pelan ya, aku dah cape” jawab Rianti.
Aku menindihnya lagi dan mengarahkan penisku. Dengan sekali dorong
penisku masuk semua kevaginanya. Vagina yang tadi sempit aku rasa sudah
agak melebar, atau karena cairan vaginanya sudah terlalu banyak ? Aku
memompanya, tapi sejujurnya nafsuku agak menurun. Aku gak suka
menyetubuhi cewek yang udah gak respon gini, kayak lagi merkosa aja
Tiba-tiba Bernike mencolekku.
“Yan sama aku aja deh, kasian Rianti udah mo pingsan gitu” Kata
Bernike yang sudah duduk disebelah aku dan Rianti. Dia masih telanjang.
Rianti cuma senyum ke Bernike. Aku segera mencabut penisku dari memek
Rianti dan bangkit.
“Heru gak pa-pa ?” tanyaku ke Bernike.
“Tuh dia udah tidur” sambil menunjuk heru yang tertidur disisi lain karpet.
“Lagian gak pa-pa kok, aku juga udah pernah liat dia maen sama Stevy dan Lani” Jawabnya enteng.
Aku agak bingung sebenarnya, tapi aku ga peduli, kok ada yang nawarin memek mo ditolak
Bernike kemudian rebahan disebelah Rianti, kemudian membuka pahanya
lebar-lebar. Aku yang desperate butuh orgasme untuk penyelesaian
kemudian memposisikan tubuhku diantara selangkangan Bernike. Aku
mengarahkan penisku ke memeknya. Kemudian mendorong penisku masuk
kedalam.
“Akh..Akh..Akhh..” rintih Bernike kecil saat aku mulai memompa memeknya.
Aku rebahkan tubuhku agar bisa menciumnya. Bernike membalas ciumanku
hebat. Tapi gak lama, Bernike lebih suka nikmatin gesekan di dinding
vaginanya.
“Yan.. gue sebenernya udah lama pengen dientot sama elo” tiba-tiba Bernike berkata padaku.
Aku cuma tersenyum, tapi kata-katanya benar-benar meningkatkan
birahiku. Aku tahu sebenarnya dari dulu Bernike suka padaku, tapi aku
gak pernah merespon dia. Tapi kalo tau memeknya enak begini, pasti dari
dulu aku pacarin dia
“Teru yan..terus ya… terus ya…” celotehnya gak beraturan. Sepertinya
dia mo deket ke orgasmenya, seperti aku juga yang udah ngerasa gelombang
orgasme udah deket ke penisku.
“Ayo yan, gue dikit lagi” seru Bernike.
“Gue juga dikit lagi na” kataku.
“Keluarin didalem aja yan, gue dah aman” katanya.
Aku memompanya dengan variasi, kadang pelan, kadang kencang. Bernike
cuma mendesah-desah keenakan. Sial dikit lagi kok lama banget ya.
“Gue udah sampe ya..” kata Bernike tiba-tiba sambil tubuhnya mengejan.
Dan cret..cret…cret.. penisku juga memuntahkan lahar sperma ke rahim Bernike.
Aku sangat kelelahan, dan tubuhku ambruk memeluk Bernike. Aku lihat
Bernike tertidur kelelahan. Aku paksakan untuk bangkit, walau gak pa-pa
tapi aku gak mau heru terbangun melihat pacarnya tertidur berpelukan
dengan aku. Kemudian aku pindah kesebelah Rianti dan tidur memeluknya.
Sejak saat itu aku punya berbagai pengalaman sex dengan Bernike, Stevy,
Lani dan tentu aja Rianti yang jadi pacarku sejak kejadian itu.
All News
- BOLA (2)
- CERITA DEWASA (7)
- CERITA HOROR (3)
- CERITA SEX (7)
- HEALTHY (14)
- KRIMINAL (8)
- MOTIVASI dan INSPIRASI (29)
- SPORT (2)
- UMUM (38)
- VIDIO 18+ (2)
Popular Posts
-
Desa Jatimuliya Kecamatan Kosambi Kabupaten Serang kembali di hebohkan tragisnya pembunuhan terhadap seorang wanita yang di lakukan ole...
-
Zienewz - Ronald Koeman bersiap untuk menerima vonis pemecatan usah kalah untuk kelima kalinya di Liga Inggris. Teranyar, Everton dibanta...
-
Motif siswa SMP membunuh Eno Parinah (19) dengan cara menancapkan gagang cangkul di kelamin korban akhirnya terungkap. Siswa SMP berinisial ...
-
Seorang Ayah Tidak Dapat menahan Nafsu birahi nya Sehingga tega Mencabuli Anak Kandungnya Sendiri!!!Ziennewz - Bandar Lampung– Candra, 40, tega mencabuli anak kandung sendiri, (16), sejak empat tahun silam. Candra yang berasal dari ...
-
Malam itu adalah malam minggu, hari pembagian raport. Jadi selama seminggu kedepan aku dan anak sekolah seindonesia gak bakalan mikir...
-
Ziennewz - Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota menangkap dua dari tiga tersangka pencuri dengan modus menyamar sebagai pembantu rumah t...
-
Di balik manfaat kesehatannya, ikan juga memiliki racun alami yang tidak dapat di hilangkan dengan sistem dimasak atau dibekukan. Masala...
-
Ziennewz - Apa yang Anda lakukan agar Jerawat tumbuh lagi? Kebanyakan orang rajin membersihkan wajah, atau rutin melakukan exfoliati...
-
Ziennewz - Anda yang bekerja di luar ruangan, tentunya sering terkena polusi, asap, dan kotoran. Tidak diragukan lagi, hal yang paling be...
-
Biasanya tempat-tempat hiburan apalagi sebuah konser yang spektakuler pastinya akan mengenakan tiket masuk yang harganya sangat mahal. Padah...


